Cara Menghitung Premi Pemanen Lebih Dari Satu Blok Dengan Basis Borong Berbeda

Cara Menghitung Premi Pemanen Lebih Dari Satu Blok Dengan Basis Borong Berbeda
1.0 K View • 28 Juli 2023 • Picture by : icloudku.com


Menghitung basis borong premi pemanen lebih dari satu blok sangat berbeda dengan menggunakan sistem basis borong dengan tahun tanam yang tidak membutuhkan parameter blok setiap perhitungan lebih basis borongnya, ada plus minusnya juga dalam penggunaan parameter blok dengan tahun tanam, sebagian besar memang perusahaan perkebunan kelapa sawit menggunakan blok, karena pengukuran basisnya lebih akurat, baik itu bjr maupun kilogramnya.

Terjadinya panen lebih dari satu blok ini biasanya jarang sekali terjadi, atau memang si pemanen ingin mendapatkan premi lebih borong lebih banyak, dengan pindah ancak ke blok lain, sehingga membuat aturan premi lebih borong berbeda, karena si pemanen sudah medapatkan basis borong pada blok sebelumnya, nah apakah di blok yang kedua itu berlaku di hitung kembali lebih borongnya, maka yang di rugikan adalah sipemanennya, karena harus memenuhi basis borong lagi di blok yang ke 2.

Baca juga : Cara Kerja Krani Checking Sawit

Kali ini mimin akan membantu menyelesaikan masalah perhitungan premi lebih borong dimana panennya lebih dari satu blok, tentu ini akan membutuhkan beberapa parameter, salah satunya adalah blok dan bjr untuk menghitung proporsi jumlah tandan / janjangnya. Berikut dibawah ini Cara Menghitung Premi Pemanen Lebih Dari Satu Blok Dengan Basis Borong Berbeda.



Tabel Basis Borong


No Blok BJR Janjang Premi
1 A1 12.3 45 1200
2 A2 11 50 800
3 A3 8.9 60 700

Tabel diatas adalah basis borong secara sederhana, BJR (Berat Janjang Rata), Janjang adalah basis yang harus di penuhi, Premi adalah nilai rupiah lebih borong.

 




Menghitung Lebih Borong Lebih dari Satu Blok


Pemanen A melakukan panen pada tiga blok di hari yang sama dengan hasil sebagai berikut:

  • Blok A1 = 34 janjang
  • Blok A2 = 20 janjang
  • Blok A3 = 30 janjang

Jumlah janjang pada masing-masing blok tidak ada yang melebihi basis borong. Namun jika digabung, total hasil panen pemanen tersebut sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan lebih borong. Oleh karena itu, **blok awal yang dipanen, yaitu Blok A1, dijadikan sebagai blok acuan (parameter)** untuk perhitungan lebih borong.

Menghitung Proporsi Blok A2 dan A3

Karena BJR setiap blok berbeda, maka hasil dari Blok A2 dan A3 terlebih dahulu diubah menjadi kilogram:

  • Blok A2 = 20 × 11 kg = 220 kg
  • Blok A3 = 30 × 8,9 kg = 267 kg

Total berat kedua blok tersebut:

220 kg + 267 kg = 487 kg

Berat tersebut kemudian dikonversikan ke satuan janjang menggunakan BJR Blok A1 (12,3 kg):

487 ÷ 12,3 = 39,59 janjang, dibulatkan menjadi 40 janjang.

Menentukan Jumlah Janjang Lebih Borong

Karena Blok A1 menjadi blok acuan, maka jumlah janjang yang dihitung untuk lebih borong adalah:

  • Janjang Blok A1 = 34 janjang
  • Hasil proporsi Blok A2 dan A3 = 40 janjang

Sehingga total janjang untuk perhitungan lebih borong adalah:

34 + 40 = 70 janjang

Dengan demikian, lebih basis borong dihitung berdasarkan Blok A1 sebagai blok acuan, sedangkan hasil panen dari blok lainnya disesuaikan secara proporsi berdasarkan BJR Blok A1. Intinya blok pertama yang dipanen dijadikan acuan. Hasil dari blok lainnya tidak langsung dijumlahkan per janjang, tetapi terlebih dahulu disetarakan berdasarkan BJR blok acuan agar perhitungan lebih borong menjadi adil.
 





No Pemanen Blok BJR Basis
Janjang
Premi Janjang Lebih
Borong
Premi
Lebih Borong
1 Pemanen A A1 12.3 45 1200 70 25 30.000
2 Pemanen A A2 11 50 800      
3 Pemanen A A3 8.9 60 700      

Dari tabel di atas pemanen A mendapatkan lebih borong 25 janjang, kemudian kita kalikan degan nilai premi lebih borong pada Blok A1. Demikian tips dan ulasan ini kami bagikan, Terima kasih telah bekunjung di blog kami, Semoga bermanfaat.





Penulis
Jumadi
Sumatra, Indonesia Jumadi adalah seorang IT Konsultan di Bidang Perkebunan Kelapa Sawit yang berasal dari Kota Medan, Sumatra ia merupakan lulusan Teknik Informatika di STMIK AKAKOM Yogyakarta, yang kini menjadi Universitas UTDI, ketertarikan menulis menjadi salah satu inspirasi untuk berbagi informasi dan ilmu pengetahuan dari pengalaman bekerja. Dengan pengalaman tersebut Jumadi menyempatkan di sela - sela waktu luang dengan menulis konten artikel SEO yang mengutamakan originalisasi. Hampir semua topik konten di sukai, mulai tentang iptek, otomotif, olahraga, pertanian, gadget dan pendidikan. Saat ini ia bekerja sebagai IT Konsultan di salah satu perusahaan pengembang software perkebunan kelapa sawit.
in

Artikel Terkait


Ada 0 Komentar di "Cara Menghitung Premi Pemanen Lebih Dari Satu Blok Dengan Basis Borong Berbeda"


Tinggalkan Komentar Disini